Thursday, 11 June 2026
Nasional

Skema Permintaan Jatah Dana oleh Bupati Tulungagung Terekspose, Total Rp 2,7 M Terkumpul

KPK mengungkap modus operandi Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dalam meminta dana jatah dari kepala OPD yang totalnya mencapai Rp 2,7 miliar.

A
Adib Ahmad Rizaldi
12 April 2026 15 pembaca
Skema Permintaan Jatah Dana oleh Bupati Tulungagung Terekspose, Total Rp 2,7 M Terkumpul
Sumber gambar: liputan6.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini mengungkap sebuah skema pengumpulan dana yang melibatkan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. Dalam dugaan tersebut, dia meminta jatah dana kepada kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang dipimpin di wilayahnya. Permintaan tersebut berujung pada pengumpulan dana mencapai Rp 2,7 miliar dari total yang diminta sebesar Rp 5 miliar.

Dalam penyelidikannya, KPK mendapati bahwa skema ini dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan anggaran untuk kepentingan pribadi dan mungkin juga untuk kepentingan politik. Gatut Sunu Wibowo diduga menggunakan posisinya untuk menekan kepala OPD agar menyerahkan sejumlah uang sebagai bentuk dukungan terhadap proyek-proyek yang tidak transparan. Salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya menyatakan, "Kami merasa tertekan untuk memenuhi permintaan tersebut agar tidak ada masalah dalam pengelolaan dana di daerah."

Selain itu, modus ini juga melibatkan ancaman bagi para kepala OPD yang tidak memenuhi permintaannya. Mereka khawatir akan adanya dampak negatif terhadap karier mereka, termasuk potensi pemindahan atau bahkan pemecatan dari jabatan mereka. Salah satu kepala OPD yang terlibat mengatakan, "Jika kami tidak memberikan dana tersebut, bisa jadi kami akan menghadapi masalah dalam hal anggaran, dan kami takut akan dipecat." Hal ini menunjukkan betapa seriusnya tekanan yang dihadapi oleh para aparatur sipil negara dalam menghadapi permintaan tidak etis ini.

Lebih lanjut, KPK menyebutkan bahwa proses penyelidikan ini dimulai setelah adanya laporan dari masyarakat yang khawatir dengan praktek tersebut. Laporan tersebut direspons dengan segera oleh tim KPK yang kemudian melakukan serangkaian pemeriksaan dan pengumpulan informasi dari berbagai pihak. "Kami ingin memastikan bahwa tindakan korupsi seperti ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Kami akan terus melakukan penyelidikan hingga semua pelaku yang terlibat dapat ditindak sesuai hukum," ungkap salah satu anggota KPK.

Penyelidikan terhadap Gatut Sunu Wibowo ini menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Kejadian ini juga menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh aparatur pemerintah di tingkat daerah, di mana mereka sering kali terjebak dalam situasi yang tidak menguntungkan akibat tekanan dari pimpinan. KPK bertekad untuk menuntaskan kasus ini dan mengingatkan akan pentingnya integritas dalam pemerintahan.

Ke depannya, publik akan terus memantau perkembangan kasus ini dan berharap tindakan tegas dapat diambil untuk menindaklanjuti praktek korupsi yang merugikan masyarakat. Adanya kasus ini diharapkan menjadi pelajaran bagi kepala daerah lainnya untuk menjaga integritas dan tidak terlibat dalam perbuatan melawan hukum.

Tidak ada tag untuk artikel ini

// Artikel Terkait