Dompet Dhuafa mendirikan Shelter Sehati di Banda Aceh tiga tahun lalu untuk membantu pasien dhuafa yang datang dari daerah terpencil untuk berobat di rumah sakit besar. Terletak di Lorong Blanggapu I, Gampong Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng, shelter ini selalu ramai dengan pasien rujukan yang membutuhkan tempat tinggal sementara.
Menurut Mulya, Manajer Program Dompet Dhuafa Aceh, banyak pasien yang harus bolak-balik ke rumah sakit setiap minggu. "Kalau pulang ke daerahnya sendiri cost-nya banyak. Jadi kita inisiasi rumah singgah pasien-pasien masyarakat dhuafa," ujarnya. Shelter ini tidak memungut biaya sewa, sehingga pasien dapat tinggal tanpa batasan waktu selama mereka memerlukan perawatan medis.
Selain tempat tinggal, Shelter Sehati juga menyediakan fasilitas dapur lengkap dengan peralatan memasak dan bahan makanan seperti beras, telur, dan minyak goreng. "Jadi semuanya gratis dan masak sendiri. Semua kita siapkan, listrik kita siapkan, gas kita siapkan," tambah Mulya. Dengan suasana yang nyaman, diharapkan pasien merasa seperti di rumah sendiri.
Shelter ini memiliki tiga kamar tidur dan satu musala, meskipun musala tersebut telah dialihfungsikan menjadi kamar tambahan untuk pasien akibat keterbatasan ruang. Dompet Dhuafa juga menyediakan layanan antar jemput bagi pasien dari shelter ke rumah sakit selama masa pengobatan.
Namun, keberadaan Shelter Sehati tidak lepas dari tantangan, terutama dalam hal pendanaan. Mulya mengungkapkan bahwa biaya bulanan untuk operasional, termasuk sewa rumah dan kebutuhan pokok, mencapai sekitar Rp 5 juta. "Sudah listrik, gas, beras, minyak kemudian sewa rumah juga," tuturnya. Meskipun demikian, upaya ini terus dilakukan untuk meringankan beban pasien dhuafa yang membutuhkan perawatan kesehatan.