Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (5/5/2026). Nilai tukar turun 30 poin atau sekitar 0,17 persen ke level Rp17.424 per dolar AS.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa sentimen negatif berasal dari faktor eksternal, di mana pasar tetap rapuh akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah. “Kenaikan ketegangan tersebut secara efektif menghancurkan gencatan senjata yang rapuh dan meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan yang berkepanjangan,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Para pedagang juga mempertimbangkan inisiatif baru yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump, yaitu 'Proyek Kebebasan', yang bertujuan untuk membantu kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz. Operasi ini berusaha untuk memandu kapal-kapal komersial melalui rute yang lebih aman dan memulihkan sebagian arus lalu lintas di Selat Hormuz.
Militer AS telah mulai mengawal kapal-kapal melalui selat tersebut di bawah inisiatif ini, dengan pasukan Amerika secara aktif berupaya untuk membangun kembali jalur pelayaran komersial.