Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memastikan bahwa puluhan penyintas bencana yang berada di Kecamatan Pante Ceureumen telah mulai menempati 12 unit hunian sementara (huntara) yang dibangun oleh pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menyatakan, "Alhamdulillah, semua huntara sudah dihuni dan ditempati masyarakat korban bencana alam," saat memberikan keterangan di Meulaboh pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Lokasi dan Penyebaran Huntara
Tarmizi menjelaskan bahwa huntara tersebut tersebar di dua lokasi, yaitu Desa Jambak dan Desa Lawet, yang berjarak sekitar 60 kilometer ke arah timur dari Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat.
Pemerintah daerah saat ini terus memantau kondisi para penyintas banjir yang tinggal di huntara. Tarmizi menekankan bahwa kenyamanan warga adalah prioritas utama. Meskipun ada beberapa warga yang awalnya ragu dan lebih memilih mendapatkan kompensasi uang, mereka kini mulai merasakan manfaat tinggal di huntara yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas.
Perbaikan dan Dukungan untuk Penyintas
Bupati menegaskan, "Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga memastikan tidak boleh ada atap yang bocor guna menjaga kenyamanan warga selama berada di huntara, sambil menunggu selesainya pembangunan hunian tetap, yang akan dilakukan oleh BNPB nantinya."
Menanggapi warga yang sebelumnya membangun dapur swadaya dengan material seadanya, pemerintah telah menginstruksikan untuk mendistribusikan seng baru untuk seluruh dapur warga.
Tarmizi menambahkan, "Jika nantinya hunian tetap (huntap) sudah selesai dibangun, hunian sementara tersebut akan sepenuhnya menjadi milik masyarakat."