Wednesday, 01 July 2026
Nasional

Prosedur Penanganan Kesehatan Peserta Latsarmil TNI Setelah Kasus Meninggalnya Tiga Orang

Korps Marinir TNI menjelaskan langkah-langkah penanganan medis bagi peserta latihan dasar kemiliteran yang mengalami masalah kesehatan, setelah adanya perhatian publik terhadap insiden kematian pesert...

A
Aulia Rahmawati
25 June 2026 8 pembaca
Peserta latsarmil dari pengelola KDMP dan KNMP mengikuti upacara pembukaan pelatihan diklat di lapangan Dirgantara AAU, Yogyakarta pada Rabu (17/6/2026). (Antara/Humas TNI AU)
Peserta latsarmil dari pengelola KDMP dan KNMP mengikuti upacara pembukaan pelatihan diklat di lapangan Dirgantara AAU, Yogyakarta pada Rabu (17/6/2026). (Antara/Humas TNI AU)

Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) telah menguraikan mekanisme penanganan kesehatan bagi peserta latihan dasar kemiliteran (latsarmil) calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang mengalami keluhan kesehatan selama pelatihan. Penjelasan ini disampaikan menyusul insiden yang melibatkan kematian beberapa peserta saat mengikuti program latsarmil.

Letkol Marinir Agus Mutaqin, yang menjabat sebagai Komandan Batalyon Latihan SPPI KDMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak, mengungkapkan bahwa setiap peserta yang mengalami masalah kesehatan akan mendapatkan penanganan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Proses awal yang harus dilakukan adalah melaporkan kondisi kesehatan kepada komandan peleton, yang kemudian akan diteruskan ke tingkat yang lebih tinggi.

“Mereka melaporkan ke tingkat bawah, dalam hal ini Danton (Komandan Peleton). Kemudian Danton melapor ke Danki (Komandan Kompi), dan Danki melapor ke Danyonlat (Komandan Batalyon Latihan),” jelas Agus pada Kamis (25/6/2026).

Penanganan Medis dan Fasilitas Kesehatan

Saat proses pelaporan berlangsung, peserta yang sakit akan segera mendapatkan perawatan medis dari fasilitas kesehatan yang ada di markas. "Namun apabila dari Peleton Kesehatan (Tonkes) atau dokter kami tidak mampu menangani, sudah disiapkan rumah sakit terdekat, yaitu Rumah Sakit Marinir Cilandak yang akan segera melakukan penanganan, rawat inap, dan sebagainya," tambahnya.

Langkah Pencegahan dan Pemisahan Peserta

Selain menyiapkan prosedur penanganan medis, Korps Marinir juga menerapkan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko masalah kesehatan selama pelatihan. Peserta yang memiliki riwayat penyakit kronis atau kondisi kesehatan tertentu tidak diizinkan untuk mengikuti kegiatan fisik yang berat.

“Yang memiliki riwayat kronis atau sakit berat kita pisahkan sampai dengan tingkat peleton dan kompi. Supaya kegiatan-kegiatan di lapangan yang berkaitan dengan fisik tidak kita ikutkan,” ungkap Agus. Data mengenai kondisi kesehatan peserta diperoleh dari pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebelum mereka mengikuti latsarmil. Peserta yang memiliki riwayat penyakit tertentu akan diarahkan untuk lebih banyak mengikuti kegiatan pembelajaran di dalam kelas sesuai dengan kondisi kesehatan mereka.

Agus menambahkan bahwa hingga saat ini, seluruh rangkaian latsarmil berjalan dengan aman dan kondusif. Ia berharap proses pendidikan dapat berlangsung dengan baik sehingga para peserta dapat memperoleh pengetahuan, kedisiplinan, dan wawasan kebangsaan yang berguna saat mengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Sebanyak 674 peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) mengikuti latsarmil selama satu setengah bulan di Markas Pasmar I Cilandak, Jakarta. Mereka dibagi menjadi empat kompi, di mana setiap kompi terdiri dari enam peleton. Selama pendidikan, peserta menjalani berbagai materi latihan dasar kemiliteran yang bertujuan untuk menumbuhkan disiplin, semangat pengabdian, dan jiwa nasionalisme.

// Artikel Terkait