Wednesday, 01 July 2026
Nasional

Prabowo Umumkan Peluncuran B50 pada Juli 2026, Indonesia Tak Lagi Impor Solar

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa program biodiesel B50 akan diluncurkan pada Juli 2026, sebagai langkah untuk mencapai swasembada energi dan mengurangi ketergantungan pada impor solar.

R
Reza Mahendra
24 June 2026 18 pembaca
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026). (Dok. Tangkapan Layar YouTube)
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026). (Dok. Tangkapan Layar YouTube)

Pelaksanaan biodiesel B50 yang berbahan baku kelapa sawit akan menjadi langkah krusial dalam mencapai swasembada energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak. Dalam sebuah acara di Kabupaten Gorontalo pada Rabu, 24 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pemerintah berencana untuk meluncurkan program biodiesel 50 atau B50 pada bulan Juli 2026. Program ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Prabowo menegaskan bahwa penggunaan campuran biodiesel yang terdiri dari 50 persen kelapa sawit akan menghilangkan kebutuhan Indonesia untuk mengimpor solar dari luar negeri. "Bulan Juli ini berapa hari lagi kita akan launching B50. B50 solar akan kita olah dari kelapa sawit 50 persen. Dengan demikian kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri saudara-saudara sekalian," ujarnya.

Menuju Swasembada Energi

Menurut Prabowo, penerapan B50 merupakan salah satu langkah menuju swasembada energi di Indonesia. Ia optimis bahwa negara ini dapat memenuhi kebutuhan energi domestik tanpa harus bergantung pada impor bahan bakar minyak. "Dan kita akan menghemat banyak sekali. Saya perkirakan tiga tahun lagi, maksimal empat tahun lagi kita akan swasembada energi. Kita tidak mau impor apa pun untuk BBM kita, untuk energi kita saudara-saudara sekalian," tambahnya.

Persiapan Program B50

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga memastikan bahwa program B50 akan mulai diterapkan pada 1 Juli 2026. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan B50 dilakukan setelah melalui serangkaian uji coba pada berbagai jenis kendaraan dan alat berat. "Jadi insyaallah kami sangat optimis untuk implementasi launching daripada B50 itu akan dilakukan nanti di 2026, 1 Juli. Dengan demikian maka itu kita akan mengurangi atau bahkan kita tidak lagi melakukan impor solar khususnya C48," ungkap Bahlil.

Bahlil juga menjelaskan bahwa pengujian telah dilakukan pada berbagai jenis kendaraan, termasuk alat berat, ekskavator, kapal, kereta api, dan alat pertanian. Ia menambahkan bahwa hasil pengujian menunjukkan performa B50 cukup baik dan siap untuk diterapkan secara luas. "Hasilnya sangat menggembirakan. Sampai dengan hari ini kadar air daripada perbandingan B40 dengan B50, B50 itu kadar airnya lebih sedikit," jelasnya.

Pemerintah meyakini bahwa program B50 tidak hanya akan memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga akan meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit domestik serta menghemat devisa negara yang selama ini digunakan untuk impor bahan bakar.

// Artikel Terkait