Wednesday, 10 June 2026
Nasional

Prabowo Tegaskan Pentingnya Selat Hormuz Bagi Energi dan Perdagangan Asia Timur

Prabowo Subianto menekankan bahwa 70 persen kebutuhan energi dan perdagangan Asia Timur melintas melalui Laut Indonesia, menyoroti pentingnya peranan Indonesia di kawasan.

A
Aryani Sarasvati
09 April 2026 18 pembaca
Prabowo Tegaskan Pentingnya Selat Hormuz Bagi Energi dan Perdagangan Asia Timur
Sumber gambar: liputan6.com

Dalam pidatonya baru-baru ini, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya mengenai posisi strategis Indonesia dalam konteks energi global dan perdagangan. Ia menekankan bahwa sekitar 70 persen kebutuhan energi dan aktivitas perdagangan dari negara-negara Asia Timur melewati Laut Indonesia, khususnya Selat Hormuz. Hal ini menunjukkan peran vital Indonesia dalam menjaga arus pengiriman barang dan energi di kawasan tersebut.

Prabowo mengungkapkan, “Banyak bangsa asing yang ingin menguasai Indonesia, mengeruk kekayaan Indonesia dengan cara mengadu domba.” Pernyataan ini menggambarkan kekhawatiran akan potensi intervensi asing yang dapat mengganggu stabilitas dan kedaulatan Indonesia. Dalam pandangannya, keterlibatan negara lain seringkali berujung pada persaingan yang merugikan, bukan hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi stabilitas regional.

Dalam konteks ini, Prabowo menekankan pentingnya bagi Indonesia untuk memperkuat keamanan nasional dan perannya sebagai negara kepulauan yang strategis. “Selat Hormuz adalah salah satu jalur perdagangan terpenting di dunia, dan jika kita tidak menjaga kepentingan kita, negara lain akan mengambil alih,” tambahnya. Ia mengajak semua pihak untuk menyadari betapa krusialnya situasi ini, terutama dalam menghadapi dinamika geopolitik yang terus berubah.

Sementara itu, Baharudin, seorang analis kebijakan maritim, menyatakan, “Keamanan maritim di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya adalah aspek yang tidak bisa diabaikan. Indonesia memiliki tanggung jawab untuk melindungi jalur pelayaran ini agar tetap aman dan tidak terancam.” Pernyataan ini sejalan dengan apa yang disampaikan Prabowo mengenai vitalnya menjaga aksesibilitas dan keamanan jalur perdagangan di Laut Indonesia.

Secara keseluruhan, kebijakan pemerintah yang diusulkan Prabowo akan berfokus pada peningkatan alutsista TNI Angkatan Laut, serta kerjasama dengan negara-negara sahabat untuk memperkuat pengawasan di perairan strategis. Dengan langkah tersebut, diharapkan Indonesia dapat berperan lebih aktif dalam menjaga kestabilan dan keamanan di kawasan maritim, serta melindungi kepentingan nasionalnya.

Ke depan, langkah-langkah konkret yang diambil oleh pemerintah akan menjadi sorotan, terutama dalam upaya menjaga kedaulatan dan keamanan maritim Indonesia. Masyarakat dan pemangku kepentingan diharapkan dapat memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif yang mendukung stabilitas dan kesejahteraan negara. Selain itu, penguatan kerjasama internasional dalam hal keamanan laut juga akan menjadi kunci untuk menghadapi tantangan yang ada.

Tidak ada tag untuk artikel ini

// Artikel Terkait