Wednesday, 10 June 2026
Nasional

Prabowo Soroti Permintaan Tanda Tangan Birokrat di Waktu yang Tidak Tepat

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya penertiban birokrasi untuk memperlancar iklim usaha di Indonesia, mengkritik proses perizinan yang berbelit-belit.

D
Doni Setiawan
20 May 2026 16 pembaca
Prabowo Soroti Permintaan Tanda Tangan Birokrat di Waktu yang Tidak Tepat
Presiden Prabowo Subianto dalam pidato perdana pada Rapat Paripurna DPR ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan semua menteri untuk menata kembali birokrasi yang masih menghambat perkembangan usaha di Indonesia. Ia menegaskan bahwa pengusaha tidak seharusnya dipersulit dengan perizinan yang rumit dan adanya aturan tambahan di tingkat bawah.

“Saya ingatkan ya, semua menteri tertibkan birokrasimu ke bawah,” ujar Prabowo saat menyampaikan pidato mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Prabowo berpendapat bahwa pemerintah perlu melakukan perbaikan pada seluruh institusi agar iklim usaha di Indonesia menjadi lebih kondusif. Ia merasa bahwa pengusaha sering kali terganggu dan dipersulit dalam menjalankan bisnis mereka.

“Jangan pengusaha diperas terus, jangan pengusaha diganggu,” tegasnya.

Perbandingan dengan Negara Lain

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengkritik lamanya proses perizinan di Indonesia jika dibandingkan dengan negara lain. Ia memberikan contoh Malaysia, yang mampu menyelesaikan izin usaha hanya dalam waktu dua minggu.

“Kalau Malaysia bisa bikin izin dalam dua minggu, kenapa kita izinnya dua tahun. Memalukan,” ungkapnya.

Kritik terhadap Aturan Tambahan

Prabowo melanjutkan kritiknya terhadap kebiasaan birokrasi yang seringkali menciptakan aturan tambahan di luar instruksi yang diberikan oleh pemerintah pusat. Ia menyatakan bahwa perintah dari presiden dan menteri sering kali diolah kembali menjadi aturan teknis baru di tingkat bawah.

“Kita jangan banyak inisiatif. Sudah perintah presiden, perintah menteri, di bawah bikin lagi dia. Diolah lagi. Peraturan menteri lah, peraturan teknis lah, rekomendasi lah, akal-akalnya itu,” jelas Prabowo.

Ia juga menyoroti pengalaman panjang para birokrat yang sering kali lebih memahami pola administrasi dibandingkan dengan pejabat politik yang berganti setiap beberapa tahun.

“Ciri khas birokrat adalah dia akan datang minta tanda tangan pada waktu 17.30 sore. Kamu sudah capek. Saat kamu capek, dia datang minta tanda tangan,” ujarnya, yang disambut gelak tawa dari hadirin.

// Artikel Terkait