Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Bidang Otonomi Daerah, Politik, dan Hukum, mengingatkan pentingnya bagi generasi muda Indonesia untuk tetap mempertahankan identitas budaya mereka. Hal ini disampaikan dalam acara National Leadership Camp 2026 yang berlangsung di Vokasi Universitas Indonesia, Depok.
Dalam kesempatan tersebut, GKR Hemas menekankan bahwa di tengah kemajuan teknologi yang cepat, generasi muda harus menjaga budaya bangsa sebagai bagian dari jati diri mereka. Ia mengatakan, “Jangan meninggalkan budaya bangsa sendiri. Ini paling penting, supaya di dalam pengenalan dirinya sendiri terhadap bangsa lain, itu menjadi sesuatu yang sangat relevan untuk sampai kapan pun.”
Tantangan Generasi Muda di Era Global
GKR Hemas menjelaskan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya. Ia menyebutkan, “Tantangan dunia semakin maju, tentu tantangannya akan semakin besar dan semakin luas.” Menurutnya, perubahan teknologi yang cepat telah mulai dirasakan dan memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi telah mengurangi kebutuhan tenaga kerja manusia. “Pengaruh global itu banyak sekali dan ini sekarang, dalam hitungan detik kita bisa berkomunikasi dengan dunia luar sejauh apapun,” tambahnya. Oleh karena itu, ia mengingatkan generasi muda untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman sambil tetap memegang teguh budaya mereka.
Pentingnya Integritas dan Moral
GKR Hemas meyakini bahwa generasi muda saat ini akan menjadi pemimpin masa depan bangsa. Ia berharap agar mereka memiliki cita-cita yang tinggi, namun tetap mengedepankan integritas, kejujuran, dan moral yang baik. “Kita berharap semua anak muda harus punya cita-cita setinggi apa pun, yang penting dia punya integritas, kejujuran, dan dia punya moral yang baik,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai dampak teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), GKR Hemas mengakui bahwa AI merupakan salah satu hasil dari perkembangan global yang perlu diwaspadai. Ia menegaskan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, akan ada perubahan teknologi lainnya yang berkaitan dengan AI yang harus diperhatikan oleh generasi muda.
GKR Hemas juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap perkembangan media sosial yang tidak terkontrol, yang dapat mempengaruhi perilaku generasi muda. Ia merasa bahwa kurangnya kontrol dalam bermedia sosial dapat mengikis budaya bangsa. “Ini yang sebagai saya memprihatinkan, sangat memprihatinkan. Tidak ada lagi rasa hormat,” ungkapnya.
Ia memberikan contoh bahwa saat berkomunikasi dengan orang yang lebih tua, generasi muda sering kali tidak menggunakan bahasa yang sopan. “Sangat menyedihkan untuk itu,” tutup GKR Hemas, menyoroti pentingnya menjaga sopan santun dalam berinteraksi.