Wednesday, 01 July 2026
Nasional

Pernyataan Sekjen Golkar Terkait Dugaan Intimidasi Anggota DPRD

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, mengungkapkan bahwa partainya akan memanggil anggota DPRD Timor Tengah Utara yang diduga terlibat dalam kasus intimidasi yang berujung pada meninggalnya dok...

N
Naufal Akbar Abdila
29 June 2026 14 pembaca
Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR, Sarmuji (Istimewa)
Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR, Sarmuji (Istimewa)

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, mengumumkan bahwa partainya akan segera memanggil kadernya yang menjabat sebagai anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) untuk menindaklanjuti dugaan keterlibatan mereka dalam kasus intimidasi yang diduga menyebabkan meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang lebih dikenal sebagai dokter Icha. Nama-nama yang disebut-sebut dalam kasus ini antara lain Therensius Lazakar dari Fraksi Partai Golkar, Veronika Lake dari Fraksi PDIP, dan Nobertus Tubani dari Fraksi PKB.

Sarmuji menyatakan, "Untuk yang kasus NTT, kita akan dalami. Tentu kami sudah tugaskan kepada DPD Provinsi untuk memanggil yang bersangkutan. Tadi malam saya juga ber-WA kepada Ketua DPD Provinsi untuk memanggil dan akan dipanggil secepatnya, bisa jadi hari ini." Ia menegaskan pentingnya mendalami dugaan keterlibatan Lazakar sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.

Pentingnya Mendengarkan Semua Pihak

Dia menekankan bahwa perlu mendengarkan dari kedua sisi mengenai tuduhan intimidasi tersebut, serta apakah tindakan tersebut berkontribusi pada keputusan yang diambil oleh dokter Icha. "Kita harus juga mendengarkan dari kedua sisi. Apakah betul ada intimidasi dan apakah intimidasi itu sampai berujung pada keputusan seseorang untuk melakukan tindakan seperti yang kemarin terjadi," jelas Sarmuji.

Sarmuji juga mengingatkan seluruh kader yang menjabat untuk tetap bersikap rendah hati dan berperilaku baik. "Seluruh pejabat publik, khususnya yang dari Golkar, hendaknya menjaga diri. Ojo dumeh, jangan mentang-mentang memiliki jabatan yang tinggi kemudian berlaku yang tidak patut kepada orang yang di bawahnya," tegasnya.

Klarifikasi dari Veronika Lake

Sebelumnya, Veronika Lake, anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara, juga terseret dalam isu ini dan memberikan klarifikasi terkait tuduhan intimidasi yang dialamatkan kepadanya. Ia menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya dokter Icha, "Saya, Veronika Lake, dengan penuh kerendahan hati menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Dokter Icha. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta penghiburan."

Veronika merasa perlu memberikan penjelasan untuk menjernihkan situasi dan menjelaskan kronologi peristiwa yang dialaminya. Ia menjelaskan bahwa pada 13 Juni 2026, ia menghadiri acara arisan istri-istri anggota DPRD Kabupaten TTU. Setelah acara, ia pulang ke Kefamenanu bersama dua anggota DPRD lainnya dan seorang istri anggota DPRD. Dalam perjalanan, Therensius Lazakar mengajak mereka untuk singgah di RS Leona untuk menjenguk keponakannya yang sedang dirawat di Instalasi Gawat Darurat akibat gigitan ular berbisa.

Setibanya di rumah sakit, Veronika menjelaskan bahwa kehadirannya bukanlah kunjungan yang direncanakan. Ia kemudian melihat adanya perdebatan antara dua anggota DPRD dan seorang dokter. Veronika menghampiri pasien untuk menanyakan kondisi dan tindak lanjut penanganan medis yang diberikan.

Veronika juga memberikan klarifikasi mengenai pernyataannya yang menjadi sorotan, yaitu kalimat "panggil wartawan saja". Ia menjelaskan bahwa pernyataan tersebut bukan ditujukan kepada dokter secara pribadi, melainkan sebagai usulan kepada rekannya untuk meningkatkan perhatian publik terhadap pelayanan kesehatan di rumah sakit. "Terkait perkataan 'panggil wartawan saja', itu saya maksudkan sebagai usulan kepada salah satu rekan DPRD agar ada liputan eksternal dan investigatif terkait transparansi pelayanan kesehatan, evaluasi, dan perbaikan kualitas pelayanan," ujarnya.

Veronika menambahkan bahwa tidak lama setelah itu, pihak manajemen RS Leona bersama dokter lain datang untuk memberikan penjelasan mengenai prosedur penanganan pasien.

// Artikel Terkait