Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengeluarkan permintaan maaf setelah pernyataannya yang mengusulkan pemindahan gerbong perempuan dalam kereta api. Usulan tersebut menuai berbagai reaksi dari masyarakat.
Dalam penjelasannya, Arifah menyatakan bahwa usulan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi penumpang perempuan. Namun, banyak pihak menganggap usulan tersebut tidak tepat dan dapat menimbulkan stigma. "Kami ingin mendengar masukan dari masyarakat untuk perbaikan ke depan," ujarnya. Sejumlah penumpang juga menyampaikan pendapat mereka, menganggap bahwa solusi yang lebih baik harus dicari tanpa memindahkan gerbong perempuan.
Permintaan maaf ini menunjukkan respons Menteri terhadap kritik yang muncul. Ke depannya, kementerian berencana untuk melakukan dialog lebih lanjut dengan masyarakat guna mencari solusi yang lebih efektif dan inklusif terkait isu ini.