Tragedi KRL di Bekasi Timur yang merenggut nyawa Harum Anjarsani menyisakan duka mendalam bagi keluarganya. Sebelum kejadian tersebut, Harum sering mengungkapkan keinginannya untuk pulang kepada ibunya, Sri Lestari. Permintaan itu menjadi semakin mengharukan mengingat kedekatan mereka yang melebihi hubungan ibu dan anak.
Sri Lestari menggambarkan hubungan mereka sebagai persahabatan yang erat, di mana mereka saling berbagi cerita dan pengalaman tanpa ada sekat. "Kami selalu berbicara tentang banyak hal, dan Harum sering bilang, 'Aku mau pulang' sebelum tragedi itu terjadi," ungkap Sri Lestari. Permintaan tersebut kini menjadi kenangan yang menyakitkan bagi sang ibu.
Peristiwa tragis ini tidak hanya mengubah hidup Sri Lestari, tetapi juga menggugah perhatian masyarakat mengenai keselamatan transportasi umum. Dengan adanya kejadian ini, diharapkan akan ada langkah-langkah perbaikan untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.