JAKARTA, iNews.id - Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Hery Gunardi menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang relatif solid di tengah ketegangan yang terjadi di Timur Tengah. BRI mencatat kinerja positif pada kuartal I 2026 dengan laba bersih konsolidasi mencapai Rp15,5 triliun.
Capaian laba tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 13,7 persen secara tahunan (year-on-year) meskipun terdapat eskalasi global. Hery menjelaskan bahwa ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah menyebabkan lonjakan harga komoditas, khususnya minyak, yang berimbas pada tekanan inflasi global yang berada di level 3,73 persen.
"Kita melihat pada kuartal pertama tahun 2026 eskalasi risiko global meningkat secara signifikan. Tentunya ini akibat dari terjadinya konflik antara Iran dengan Amerika dan Israel. Angka indeks risiko geopolitik juga meningkat tajam sehingga kondisi ini berdampak langsung pada harga komoditas," ujar Hery dalam konferensi pers mengenai kinerja triwulan I BRI, yang berlangsung pada Kamis (30/4/2026).
Meski dunia dihadapkan pada ketidakpastian kebijakan moneter, Hery menilai ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang solid. Hal ini didukung oleh Indeks Keyakinan Konsumen yang tetap terjaga di atas 125 serta aktivitas manufaktur (PMI) yang tetap berada di level ekspansif (di atas 50).