Sunday, 16 August 2026
Nasional

Pemulangan Jemaah Haji Gelombang Pertama Selesai di Makkah

Kloter terakhir jemaah haji gelombang pertama telah kembali ke Indonesia, menandai selesainya rangkaian ibadah haji di Makkah. Selanjutnya, fokus pemulangan akan beralih ke jemaah yang berada di Madin...

N
Nabila Safira Putri
16 June 2026 44 pembaca
Pemulangan jemaah Kloter 14 Embarkasi Batam (BTH 14) asal Kabupaten Singkawang, Kalimantan Barat, di Hotel Jalal Mutamaiz, Mekkah, Arab Saudi, Senin, 15 Juni 2026. (dok. Media Center Haji)
Pemulangan jemaah Kloter 14 Embarkasi Batam (BTH 14) asal Kabupaten Singkawang, Kalimantan Barat, di Hotel Jalal Mutamaiz, Mekkah, Arab Saudi, Senin, 15 Juni 2026. (dok. Media Center Haji)

Kelompok terbang (kloter) BTH-14 menjadi rombongan terakhir jemaah haji gelombang pertama yang meninggalkan Makkah untuk kembali ke Indonesia pada hari Senin, 15 Juni 2026. Jemaah yang berasal dari Singkawang, Kalimantan Barat, ini diberangkatkan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal, menyatakan bahwa keberangkatan kloter BTH-14 menandai akhir pemulangan jemaah gelombang pertama dari hotel-hotel di Makkah menuju bandara di Jeddah. Para jemaah terlihat bahagia setelah menyelesaikan ibadah haji dan bersiap untuk kembali ke Tanah Air. “Kami tadi berbincang dengan para jemaah sebagian, mereka merasakan kegembiraannya, kesenangannya setelah melaksanakan haji dan akan kembali ke Tanah Air,” ujarnya kepada tim Media Center Haji di Makkah.

Data Pemulangan Jemaah Haji

Menurut informasi dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, hingga tanggal 15 Juni 2026, sebanyak 245 kloter telah diberangkatkan dari Arab Saudi melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. Total jemaah yang diberangkatkan mencapai 95.178 orang, ditambah 977 petugas, sehingga total keseluruhan mencapai 96.155 orang yang telah terbang menuju Indonesia.

Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaf, memastikan bahwa proses pemulangan jemaah haji Indonesia berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. “Sampai hari ini, proses pemulangan jemaah haji Indonesia berjalan sesuai rencana. Seluruh layanan terus dioptimalkan agar jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan aman dan nyaman,” ungkap Maria di Makkah pada hari yang sama.

Dari keseluruhan jumlah tersebut, sebanyak 233 kloter telah tiba di Indonesia dengan membawa 90.709 jemaah dan 929 petugas, sehingga totalnya adalah 91.638 orang. Sementara itu, operasional haji kini memasuki fase berikutnya dengan keberangkatan jemaah gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah. Hingga hari Senin, sebanyak 139 kloter yang terdiri dari 53.338 jemaah dan 556 petugas telah diberangkatkan ke Kota Nabi.

Persiapan Kepulangan Jemaah Gelombang Kedua

Maria juga menjelaskan bahwa penerbangan terakhir untuk jemaah gelombang pertama dijadwalkan berlangsung pada Selasa dini hari, 16 Juni 2026, pukul 01.45 waktu Arab Saudi. Setelah penerbangan ini, layanan pemulangan akan berfokus pada jemaah gelombang kedua yang berada di Madinah. “Kepulangan mereka akan dilayani melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah menuju berbagai dembarkasi di Indonesia,” jelasnya.

Kemenhaj mengingatkan kepada jemaah yang masih berada di Arab Saudi untuk menjaga kesehatan menjelang kepulangan. Jemaah diminta untuk cukup istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, serta menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan kelelahan. Selain itu, jemaah juga diharapkan untuk saling peduli, terutama terhadap jemaah lanjut usia, jemaah berkebutuhan khusus, dan mereka yang memerlukan pendampingan selama perjalanan pulang.

Kemenhaj juga mengingatkan agar jemaah tidak membawa air zamzam dalam koper bagasi maupun koper kabin, karena air zamzam akan disediakan untuk jemaah di Indonesia sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan. Maria menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai haji setelah kembali ke Tanah Air melalui perilaku positif, kepedulian sosial, dan semangat persaudaraan. “Melalui semangat Sukses Peradaban dan Keadaban, kami berharap nilai-nilai haji dapat terus hidup dalam keseharian para jemaah, menghadirkan manfaat yang luas bagi sesama, memperkuat persatuan, serta menebarkan kebaikan di tengah masyarakat,” tutupnya.

// Artikel Terkait