Wednesday, 10 June 2026
Nasional

Oditur Militer Pertimbangkan Hadirkan Dokter Andrie Yunus di Persidangan

Oditur Militer II-07 Jakarta berencana menghadirkan dokter yang merawat Andrie Yunus sebagai saksi ahli dalam kasus penyiraman air keras yang menimpanya.

S
Salsabila Nur Azzahra
12 May 2026 12 pembaca
Oditur Militer Pertimbangkan Hadirkan Dokter Andrie Yunus di Persidangan
Letkol Chk Mohammad Iswadi di RSCM, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026). (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Oditur Militer II-07 Jakarta sedang mempertimbangkan untuk menghadirkan dokter yang menangani Andrie Yunus, Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), dalam persidangan terkait kasus penyiraman air keras. Rencana ini muncul setelah tim Oditur tidak dapat menemui Andrie yang masih dalam proses pemulihan pasca operasi di rumah sakit.

Letkol Chk Mohammad Iswadi menyatakan bahwa kehadiran dokter tersebut sebagai saksi ahli sangat penting untuk memberikan keterangan mengenai kondisi medis Andrie Yunus. "Ke depan, kami masih akan membicarakan ini dengan pimpinan, apakah kami perlu memanggil dokter di persidangan ke depan ataukah tidak, karena kaitannya dengan kondisi," ungkap Iswadi di RSCM, Jakarta Pusat, pada Selasa (12/5/2026).

Pentingnya Keterangan Dokter dalam Persidangan

Iswadi menekankan bahwa kondisi medis Andrie Yunus merupakan faktor krusial dalam penyusunan tuntutan terhadap para terdakwa. Ia berpendapat bahwa keterangan dari dokter dapat memperkuat bukti dalam persidangan. "Jadi ibarat saya kalau berperang, saya ini perlu senjata, perlu amunisi. Nah, senjata dan amunisi itu dapat dari mana? Ya dari keterangan korban dan keterangan dari saksi ahli, yakni dokter," jelasnya.

Saat ini, tim Oditur hanya memiliki alat bukti berupa barang bukti, pengakuan dari terdakwa, serta keterangan dari saksi-saksi yang telah diperiksa selama persidangan. "Kalau kami tidak dapat, ya kami hanya dari barang bukti dan dari pengakuan terdakwa serta saksi-saksi yang sudah kami periksa. Itu saja," tambah Iswadi.

Kunjungan yang Gagal dan Rencana Selanjutnya

Tim Oditur Militer sebelumnya telah mengunjungi rumah sakit untuk menjenguk Andrie Yunus, namun kunjungan tersebut tidak dapat dilaksanakan karena Andrie menolak untuk ditemui. Selain itu, kondisi medis Andrie juga belum memungkinkan untuk bertemu karena baru saja menjalani operasi keenam. "Tadi informasi dari manajemen rumah sakit, ini harus posisi statis. Kalau bergerak sedikit, nanti operasinya akan gagal," kata Iswadi.

Meski tidak berhasil bertemu dengan korban, Iswadi menyebut bahwa pihak rumah sakit telah memberikan kemungkinan untuk berkomunikasi dengan dokter yang merawat Andrie melalui prosedur resmi. "Barangkali nanti kami bersurat kepada pihak rumah sakit, karena pihak rumah sakit juga memberikan akses kepada kami untuk bertemu dengan dokter," ujarnya.

Iswadi menambahkan, jika mendapat instruksi dari pimpinan Oditurat Militer, pihaknya akan segera meminta keterangan dari dokter mengenai kondisi terbaru Andrie Yunus sebelum menyusun tuntutan terhadap para terdakwa. "Kalau memang nanti kami diperintahkan untuk bertemu dokter, nanti kami akan menemui dokter untuk menanyakan kondisi terakhir saudara Andre Yunus sebelum kami membuat tuntutan," tutup Iswadi.

// Artikel Terkait