JAKARTA, iNews.id - Menjadi pendonor ginjal tidak berarti seseorang harus menghentikan semua aktivitasnya. Meskipun setelah mendonorkan ginjal hanya memiliki satu organ tersebut, pendonor masih dapat bekerja dan melaksanakan berbagai kegiatan sehari-hari dengan tetap menjaga kesehatan tubuh.
Dokter Spesialis Urologi dan Konsultan Urologi Transplantasi, Prof. Dr. dr. Nur Rasyid, Sp.U(K), menjelaskan bahwa anggapan bahwa pendonor ginjal tidak boleh melakukan aktivitas berat adalah salah. “Kalau anda kuli bangunan, selesai ini jadi kuli bangunan juga boleh,” ungkap Profesor Nur Rasyid dalam acara Siloam Urology Nephrology Summit (SUNS) 2026.
Pentingnya Menjaga Kesehatan Ginjal
Menurutnya, hal yang lebih krusial bagi pendonor adalah bukan membatasi semua aktivitas, melainkan menjaga kesehatan ginjal yang tersisa. Pendonor juga disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memantau kondisi tubuh mereka.
Lima Fakta Pendonor Ginjal
Berikut adalah lima fakta mengenai pendonor ginjal yang tetap dapat beraktivitas normal, serta beberapa hal yang sebaiknya dihindari:
1. Pendonor ginjal masih bisa menjalani pekerjaan sehari-hari, termasuk aktivitas fisik yang berat, asalkan memperhatikan kondisi kesehatan.
2. Kesehatan ginjal yang tersisa harus dijaga dengan baik melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin.
3. Pendonor disarankan untuk menghindari aktivitas yang dapat membahayakan ginjal yang tersisa, seperti olahraga ekstrem tanpa pengawasan.
4. Penting untuk menghindari konsumsi alkohol berlebihan dan obat-obatan yang dapat merusak ginjal.
5. Dukungan emosional dan psikologis juga penting bagi pendonor untuk memastikan mereka dapat beradaptasi dengan baik setelah prosedur donor.
Dengan memahami fakta-fakta ini, pendonor ginjal dapat terus beraktivitas secara normal sambil menjaga kesehatan mereka.