Wednesday, 01 July 2026
Nasional

Latihan Militer untuk Manajer Koperasi Dihentikan Setelah Lima Peserta Meninggal

Kementerian Pertahanan menghentikan latihan dasar kemiliteran bagi calon manajer koperasi setelah evaluasi menyusul meninggalnya lima peserta. Pelatihan kini akan difokuskan pada pembekalan bela negar...

A
Arga Pratama
29 June 2026 7 pembaca
Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi, korban meninggal peserta SPPI atau calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) bertambah jadi 5 orang. (Liputan6.com/Rifqy Alief Abiyya)
Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi, korban meninggal peserta SPPI atau calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) bertambah jadi 5 orang. (Liputan6.com/Rifqy Alief Abiyya)

Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang menjadi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Keputusan ini diambil setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan evaluasi menyusul meninggalnya lima peserta selama mengikuti latihan tersebut.

Perubahan Fokus Pelatihan

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut kini akan beralih menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial. "Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan. Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi," ungkap Rico saat dihubungi di Jakarta.

Rico menambahkan bahwa dengan adanya perubahan ini, materi pelatihan yang bersifat taktis dan teknis militer akan dikurangi, termasuk kegiatan menembak yang tidak lagi menjadi bagian dari pelatihan. "Dengan penyesuaian tersebut, kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini," jelasnya.

Pembentukan Karakter dan Disiplin Peserta

Pelatihan yang baru ini akan lebih memfokuskan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial para peserta sebagai calon pengelola koperasi. Kemhan juga berkomitmen untuk memperhatikan kondisi kesehatan peserta agar proses pelatihan dapat berlangsung dengan aman dan teratur.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menyatakan bahwa Menteri Pertahanan telah memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap program Latsarmil. "Atas arahan Menteri Pertahanan, penyelenggara telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan," kata Ketut dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertahanan.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik peserta, dan satuan TNI yang bertugas sebagai pelatih diminta untuk menyesuaikan porsi latihan fisik sesuai dengan kondisi masing-masing peserta. Kemhan juga menekankan pentingnya penanganan medis yang cepat dan maksimal bagi peserta yang mengalami masalah kesehatan.

Selain itu, evaluasi juga mencakup materi pembelajaran agar lebih adaptif, edukatif, dan memperhatikan kondisi psikologis peserta. "Kegiatan juga diarahkan agar lebih adaptif, edukatif, dan memperhatikan kondisi psikologis peserta melalui metode pembelajaran yang membangun semangat kerja sama, problem solving, dan suasana yang lebih menggembirakan," tambah Ketut.

Dengan adanya perubahan ini, Kemhan berharap peserta tetap dapat memperoleh nilai kedisiplinan dan kepemimpinan tanpa mengorbankan keselamatan selama pelatihan.

// Artikel Terkait