Wednesday, 01 July 2026
Nasional

Kronologi Proyek Pemprov DKI di Tebet yang Menewaskan Balita

Lubang yang menyebabkan tewasnya seorang balita di Kelurahan Manggarai merupakan bagian dari proyek lapangan multifungsi yang sedang dikerjakan. Pekerjaan proyek kini dihentikan sementara oleh pihak b...

D
Dimas Adhyaksa Putra
30 June 2026 11 pembaca
Seorang bocah berinisial I (4) terjatuh ke dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi sedalam sekitar empat meter dan baru berhasil dievakuasi setelah perjuangan selama empat jam. (Foto: Istimewa)
Seorang bocah berinisial I (4) terjatuh ke dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi sedalam sekitar empat meter dan baru berhasil dievakuasi setelah perjuangan selama empat jam. (Foto: Istimewa)

Kelurahan Manggarai mengungkapkan bahwa lubang yang merenggut nyawa seorang balita berinisial I alias O (4) adalah bagian dari proyek pembangunan Lapangan Multifungsi Taman RW 04, yang terletak di Jalan Manggarai Utara II, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Pekerjaan proyek tersebut saat ini dihentikan sementara.

Lurah Manggarai, M Arafat Dinsirat, menjelaskan bahwa lubang tersebut bukanlah lubang lama, melainkan bagian dari konstruksi lapangan multifungsi yang didanai melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Proyek ini bertujuan untuk menyediakan fasilitas olahraga bagi masyarakat, termasuk lapangan futsal, dan diharapkan dapat memberikan ruang aktivitas positif bagi anak-anak dan remaja di Manggarai agar terhindar dari tawuran.

Detail Proyek dan Insiden

Arafat menyatakan, "Iya betul, itu proyek CSR yang memang nantinya pembuatan lapangan multifungsi. Salah satunya adalah ada lapangan futsal di situ, untuk mengakomodir anak-anak Manggarai supaya ada kegiatan olahraga. Hal ini ditujukan untuk salah satunya meredam atau mencegah tawuran di Kelurahan Manggarai." Pekerjaan fisik proyek baru dimulai pada 25 Juni 2026, dua hari sebelum insiden yang menewaskan balita tersebut terjadi.

Menurut Arafat, lubang tempat korban terperosok adalah bagian dari konstruksi proyek. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari kontraktor setelah kejadian, lubang tersebut disiapkan sebagai fondasi untuk tiang penyangga bangunan pelindung lapangan. "Lubang bagian dari proyek, bagian dari proyek. Jadi memang sesuai keterangan kontraktor kemarin pada saat setelah kejadian saya sempat ketemu, itu memang mau dibuat apa ya istilahnya, kayak tiangnya lah gitu," ujarnya.

Status Area Proyek dan Rencana Ke Depan

Arafat menambahkan bahwa area proyek sebelumnya adalah taman yang merupakan aset Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta. Luas lapangan multifungsi yang direncanakan sekitar 25 meter x 10 hingga 12 meter, dan ditujukan untuk kegiatan mini futsal.

Mengenai pelaksanaan proyek, Arafat menjelaskan bahwa pembangunan sepenuhnya dikelola melalui CSR. Kelurahan hanya mengusulkan kebutuhan pembangunan, sementara perusahaan CSR yang memilih kontraktor pelaksana. "Kalau CSR itu kan apa ya dibilang ditunjuk juga enggak, terus kita coba cari, ternyata ada CSR yang mau membantu membangun itu," ujarnya.

Menanggapi kondisi pagar proyek yang kini terbuka, Arafat menyatakan bahwa saat pekerjaan dimulai, kontraktor telah memasang pagar seng untuk mengelilingi lokasi proyek. Pagar tersebut dibongkar oleh warga saat berusaha menolong balita yang terjatuh pada malam kejadian. Saat ini, pagar belum dapat dipasang kembali karena lokasi masih dalam garis polisi untuk penyelidikan.

Arafat menyebutkan bahwa proyek ini awalnya ditargetkan selesai pada Agustus 2026, namun pekerjaan dihentikan sementara oleh kepolisian akibat insiden tersebut. "Target rampungnya Agustus 2026. Yang jelas mereka sanggup kurang lebih tiga bulan, Juni sampai Agustus," ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum proyek dimulai, pihaknya telah mengeluarkan surat imbauan kepada warga untuk tidak mendekati area proyek. Jika pembangunan dilanjutkan, Kelurahan akan memanggil kontraktor untuk memastikan komitmen pengamanan lokasi yang lebih kuat.

// Artikel Terkait