Friday, 12 June 2026
Nasional

Kisah Tragis Bocah Korban Perundungan di Jakarta Pusat

Seorang bocah berusia enam tahun mengalami perundungan yang mengerikan saat bermain di taman, hingga harus dirawat di rumah sakit akibat tindakan kekerasan yang dialaminya.

H
Hanafi Syahputra
11 June 2026 3 pembaca
Kisah Tragis Bocah Korban Perundungan di Jakarta Pusat
Ibu Bocah 6 Tahun di Jakpus yang Kesetrum Listrik usai Dibully

Minggu malam, 7 Juni 2026, seharusnya menjadi waktu yang menyenangkan bagi MWP (6) untuk bermain bersama teman-temannya di Taman Kramat Pulo. Sang ibu, Vira Ismayanti (26), tidak menduga bahwa malam itu akan berakhir dengan kejadian tragis. Ketika ia mengizinkan putranya bermain, Vira tidak merasakan adanya firasat buruk.

Namun, satu jam kemudian, Vira menerima kabar mengejutkan dari teman-teman MWP yang mengatakan bahwa anaknya pingsan. "Ada yang informasi temennya, katanya 'Wildan pingsan Bu, pingsan'," jelas Vira saat ditemui di rumahnya pada Kamis (11/6/2026). Ia sangat terkejut ketika mengetahui bahwa MWP diseret dan disiram oleh teman-temannya. "Saya pikir kok anak saya sampai diperlakukan seperti hewan," ungkapnya dengan penuh kesedihan.

Tanpa membuang waktu, Vira segera menuju tempat kejadian dan menemukan putranya tergeletak. Ia meninggalkan pekerjaannya dan segera membawa MWP ke rumah sakit, mengutamakan keselamatan anaknya. Vira merasa jengkel karena teman-teman MWP tidak segera memberikan pertolongan, bahkan beberapa orang dewasa yang ada di lokasi hanya menyaksikan tanpa berbuat apa-apa.

Proses Penanganan di Rumah Sakit

Vira membawa MWP ke rumah sakit terdekat, tetapi kemudian anaknya dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) karena kondisinya yang kritis. Kepanikan Vira semakin meningkat ketika MWP sempat berhenti bernapas. Dalam keadaan genting, ia hanya bisa berharap agar keajaiban datang untuk menyelamatkan anaknya. Dokter memberikan penanganan intensif sebelum MWP dipindahkan ke ruang ICU.

Setelah kondisinya mulai membaik dan MWP sadar, ia menceritakan kepada ibunya tentang apa yang ia alami. "Besok harinya dia bilang, 'Mama, aku kemarin habis digebuk sama teman-teman'," ujar Vira. Saat ditanya lebih lanjut, MWP mengaku sering dimintai uang oleh teman-temannya. Jika ia tidak memberikan uang, maka ia akan dijauhi dan tidak diajak bermain.

Pengalaman Bullying yang Berulang

Vira menuturkan bahwa praktik meminta uang tersebut tidak hanya dialami oleh MWP, tetapi juga oleh anak-anak lain yang sering bermain di kawasan tersebut. Uang yang diminta oleh teman-temannya digunakan untuk membeli jajanan. "Katanya buat jajan-jajan," tambahnya.

Vira juga mengungkapkan bahwa perundungan terhadap putranya bukanlah kejadian pertama. Beberapa minggu sebelumnya, sandal MWP sempat disembunyikan di atas pohon oleh teman-temannya. "Saya sih baru dengar-dengar dua kali ya, yang sandal itu disembunyikan," ungkapnya.

Salah satu pelaku diketahui merupakan siswa sekolah menengah atas (SMA). Vira merasa bingung mengapa remaja yang seharusnya lebih dewasa justru terlibat dalam perundungan. Saat ini, Vira berharap agar keadilan dapat ditegakkan untuk anaknya. Keluarga pelaku sempat mendatanginya untuk meminta maaf dan memberikan bingkisan, namun permohonan tersebut ditolak.

Meskipun MWP telah mendapatkan perawatan, kondisinya masih belum stabil. Vira mengungkapkan bahwa putranya sempat mengalami demam tinggi hingga mencapai 40 derajat Celsius. "Masih keadaan sakit, tadi panas ya saya bawa lagi ke puskesmas. Tadi 40 derajat," ujarnya. Kondisi MWP juga sempat mengkhawatirkan karena bibir dan kedua kakinya membiru. Saat ini, ia masih menjalani perawatan di rumah bersama keluarganya.

Vira menyatakan bahwa pekan depan MWP akan mendapatkan pendampingan psikologis sebagai bagian dari proses pemulihan dari trauma yang dialaminya.

// Artikel Terkait