Wednesday, 01 July 2026
Nasional

--- Kisah Mengharukan Pengamen Ibu dan Anak di Depok ---

--- Sebuah video yang viral menunjukkan seorang ibu bersama kedua anaknya mengamen di Depok, menarik perhatian banyak orang. Tim Liputan6.com mengunjungi kediaman mereka untuk menggali lebih dalam cer...

R
Reza Mahendra
23 June 2026 15 pembaca
Keluarga Siti didatangi tim Kemensos usai video mengamen viral di media sosial. (Liputan6.com/ Dicky)
Keluarga Siti didatangi tim Kemensos usai video mengamen viral di media sosial. (Liputan6.com/ Dicky)
---TITLEEXCERPT--- Sebuah video yang viral menunjukkan seorang ibu bersama kedua anaknya mengamen di Depok, menarik perhatian banyak orang. Tim Liputan6.com mengunjungi kediaman mereka untuk menggali lebih dalam cerita di balik kehidupan mereka. ---CONTENT---

Tim Liputan6.com melakukan penelusuran lebih dalam mengenai pengamen yang viral di Depok, Siti Uswattun Khasanah (26), dengan mengunjungi rumahnya yang terletak di Pabuaran, Bojonggede, Kabupaten Bogor. Di sebuah rumah kecil berukuran 10 x 4 meter, Siti tinggal bersama suami, Ardiansyah, dan ketiga anaknya. Siti mengungkapkan bahwa ia sudah mengamen selama beberapa tahun.

“Dahulunya saya ngamen badut, sekarang musisi jalanan,” ungkap Siti pada Senin (22/6/2026). Ia menjelaskan bahwa keputusannya untuk mengamen dipicu oleh kondisi suaminya yang sakit akibat kecelakaan, sehingga tidak dapat bekerja seperti biasa.

Kehidupan Sehari-hari sebagai Pengamen

Di malam hari, Siti mempersiapkan gitarnya dan menunggu kedatangan anak pertamanya, Novi, yang kini duduk di kelas V SD. Setelah pulang sekolah, Siti bersama Novi dan adik mereka yang berusia dua tahun, langsung berkeliling untuk mengamen.

“Suami saya juga sempat ikut ngamen juga untuk memenuhi kebutuhan hidup kami,” jelas Siti. Ia harus membagi waktu antara mengamen dan memastikan Novi tetap fokus belajar. Novi sering menemani Siti sambil menggendong adiknya, Arfina Agustin, yang berusia dua tahun.

“Dia (Novi) minta ikut, mungkin daripada di rumah kali,” terang Siti. Meski menghadapi berbagai tantangan, Siti dan keluarganya tetap bersemangat menjalani kehidupan sebagai musisi jalanan, menyanyikan lagu-lagu dengan ceria.

Harapan di Balik Kesulitan

Siti mengungkapkan bahwa mereka dapat meraih penghasilan sekitar Rp 100 ribu per hari dari mengamen. Uang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keperluan sekolah anak-anaknya. Ia juga menceritakan bahwa Novi, anak pertamanya, memiliki prestasi akademik yang baik dan selalu masuk dalam 10 besar di sekolah.

“Novi selalu masuk dalam 10 besar nilai di sekolahnya,” ungkap Siti dengan bangga. Meskipun kondisi ekonomi mereka belum stabil, Siti memiliki impian untuk berhenti mengamen suatu saat nanti. Ia berharap bisa memiliki modal untuk membuka usaha sendiri agar anak-anaknya bisa fokus belajar.

“Pengennya punya usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup,” kata Siti. Di sisi lain, Novi merasa bahagia bisa membantu orang tuanya. Ia tidak pernah mengeluh meskipun harus menggendong adiknya saat mengamen dari satu tempat ke tempat lainnya.

“Novi ikhlas bantu mama ngamen, kalau jalannya pakai ikhlas, ngak bakal capek,” tutur Novi. Meskipun masih muda, pemikiran Novi menunjukkan kedewasaan, di mana ia ingin membahagiakan orang tuanya dengan cara yang sederhana.

“Cita-citaku cuma pengen bahagiain bunda sama ayah doang,” pungkas Novi. Keluarga ini menjadi contoh nyata perjuangan dan harapan di tengah kesulitan hidup.

// Artikel Terkait