JAKARTA, iNews.id - Kementerian Transmigrasi berencana mengirimkan 1.400 personel ke 52 titik wilayah transmigrasi dalam rangka Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) tahun 2026. Langkah ini diambil untuk memetakan potensi ekonomi dan mendukung peningkatan kemampuan transmigran agar dapat bersaing dan bertahan hidup.
Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan bahwa para sarjana tersebut akan berperan sebagai penggerak pemberdayaan masyarakat dan mitra pendamping bagi transmigran dalam mengoptimalkan potensi kawasan. Iftitah menekankan pentingnya keterlibatan lulusan sarjana dalam program transmigrasi, mengingat mereka akan melakukan pendampingan selama satu tahun kalender dengan fokus pada peningkatan produktivitas pertanian, penggunaan teknologi tepat guna, penguatan organisasi ekonomi masyarakat, serta perluasan jaringan pemasaran.
Program ini didasarkan pada hasil penelitian dan pemetaan kekayaan ekonomi di 154 wilayah transmigrasi, yang menunjukkan adanya berbagai komoditas unggulan yang memerlukan dukungan melalui inovasi, hilirisasi, dan bimbingan yang berkelanjutan. Melalui skema ini, para sarjana akan dipersiapkan untuk membimbing transmigran dalam memaksimalkan potensi panen dengan meningkatkan metode budidaya yang berkelanjutan, penggunaan benih berkualitas tinggi, penanganan pascaproduksi, serta penataan sistem perdagangan yang dapat memberikan nilai lebih bagi para petani.