Wednesday, 17 June 2026
Nasional

Kejadian Menegangkan di Ciledug: Fortuner Dikejar Polisi dan Menabrak Pengendara

Sebuah mobil Toyota Fortuner terlibat dalam aksi kejar-kejaran dengan polisi di Ciledug, Tangerang, setelah diduga terlibat dalam kasus narkoba dan menabrak beberapa pengendara sepeda motor.

N
Naufal Akbar Abdila
13 June 2026 12 pembaca
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. (Foto: Liputan6.com/Ady Anugrahadi).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. (Foto: Liputan6.com/Ady Anugrahadi).

Aksi dramatis terjadi di kawasan Ciledug, Kota Tangerang, ketika sebuah mobil Toyota Fortuner dikejar oleh aparat kepolisian. Pengemudi yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba ini melarikan diri dan berakhir menabrak sejumlah sepeda motor, yang kemudian memicu kemarahan massa di lokasi kejadian.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa insiden ini bukanlah sebuah kecelakaan biasa. Ia menyatakan bahwa pengemudi Fortuner berusaha melarikan diri dari pengejaran polisi. "Dalam proses pengejaran, kendaraan terduga pelaku diduga sempat menabrak beberapa pengendara motor hingga akhirnya berhenti setelah menabrak trotoar di kawasan Puribeta 2, Ciledug," ungkap Budi dalam keterangannya.

Reaksi Massa dan Penanganan Korban

Di lokasi kejadian, reaksi dari masyarakat sangat cepat. Massa yang melihat kejadian tersebut langsung mengamuk dan berusaha menghentikan pengemudi Fortuner. Akibatnya, pengemudi tersebut harus dilarikan ke Rumah Sakit Sari Asih untuk mendapatkan perawatan medis setelah mengalami luka-luka akibat amukan massa.

Budi juga menambahkan bahwa pengejaran ini merupakan bagian dari upaya penindakan terhadap kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang ditangani oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan. "Saat ini perkara masih dalam penanganan Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan dan informasi lebih lanjut masih didalami," jelasnya.

Kronologi Kejadian

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Prasetyo Nugroho, menjelaskan lebih lanjut mengenai kronologi kejadian. Menurutnya, peristiwa ini bermula ketika petugas berusaha menangkap pengemudi Fortuner, namun yang bersangkutan justru berusaha melarikan diri. "Terus dia masih ada di mobil nah mau kita tangkap, dia berusaha melarikan diri. Kita kejar sama anggota kita," kata Prasetyo.

Saat proses pengejaran berlangsung, banyak warga yang menyaksikan dan meneriaki pengemudi tersebut sebagai maling. "Terus mungkin ada masyarakat yang lihat, masyarakat yang lihat langsung teriak maling-maling gitu," tambahnya. Prasetyo juga mengungkapkan bahwa pengemudi diduga terlibat dalam penyalahgunaan obat terlarang, termasuk tembakau sinte. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk menentukan peran pengemudi dalam kasus ini.

"Ini masih dalam kita dalamin ini dia. Entah-entah itu dia sebagai pengguna atau yang lainnya masih kita dalamin. Karena pun masih kita dalam pemeriksaan," tutup Prasetyo.

// Artikel Terkait