JAKARTA, iNews.id - Ukuran penis sering dianggap oleh pria sebagai salah satu elemen penting yang memengaruhi kepercayaan diri serta kepuasan dalam berhubungan intim. Hal ini menyebabkan banyak pria merasa cemas jika mereka berpikir ukuran organ vitalnya lebih kecil dari yang diharapkan.
Namun, persepsi ini tidak selalu berhubungan dengan kondisi fisik yang sebenarnya. Menurut dokter spesialis andrologi, dr. Jefry Tribowo, faktor psikologis seperti stres dan gangguan kecemasan dapat mengakibatkan seseorang merasa bahwa ukuran penisnya kecil, meskipun secara medis masih dalam batas normal.
Pengaruh Kondisi Mental terhadap Persepsi Tubuh
Dr. Jefry menjelaskan bahwa kondisi mental seseorang dapat berdampak pada cara mereka menilai tubuh mereka sendiri, termasuk ukuran penis. "Ada kelainan penis kecil yang disebabkan oleh faktor psikis, alias pikiran. Jadi sebetulnya, pria tersebut penisnya tuh normal-normal aja, ukuran panjangnya udah sesuai dengan rata-rata. Tetapi dia selalu ngerasa enggak puas, dia merasa kalau penisnya tuh kecil, mungil," ungkapnya dalam unggahan di akun Instagramnya, yang dikutip pada Jumat (31/7/2026).
Stres dan Gangguan Psikologis Menciptakan Bias Persepsi
Menurut dr. Jefry, stres serta gangguan kejiwaan tertentu dapat menciptakan bias dalam persepsi seseorang, sehingga mereka menilai ukuran penisnya tidak sesuai dengan kenyataan. Hal ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental dalam konteks kepercayaan diri dan citra tubuh.