Tuesday, 16 June 2026
Nasional

--- BGN Ubah Skema Insentif SPPG Berdasarkan Kinerja dan Penerima Manfaat ---

--- Badan Gizi Nasional (BGN) akan menyesuaikan skema insentif bagi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tidak lagi memberikan insentif secara mer...

D
Dimas Adhyaksa Putra
16 June 2026 7 pembaca
---
BGN Ubah Skema Insentif SPPG Berdasarkan Kinerja dan Penerima Manfaat

---
Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). (merdeka.com/Arie Basuki)
---TITLEEXCERPT--- Badan Gizi Nasional (BGN) akan menyesuaikan skema insentif bagi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tidak lagi memberikan insentif secara merata. ---CONTENT---

Badan Gizi Nasional (BGN) berencana untuk mengubah mekanisme insentif bagi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insentif yang sebelumnya diberikan secara seragam sebesar Rp 6 juta per hari tidak akan diterapkan lagi dengan cara yang sama.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa kebijakan baru ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap program MBG, di mana penyesuaian ini bertujuan agar penerima manfaat lebih tepat sasaran. “Tidak dipukul rata semua Rp 6 juta. Jadi tidak sama lagi bentuknya. Kami akan bikin beberapa komposit untuk penilaian supaya tidak sekadar menghasilkan output,” ujar Agustina setelah rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Senin (15/6/2026).

Penyesuaian Berdasarkan Kinerja

Agustina menambahkan bahwa skema insentif yang baru akan disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat dan kinerja masing-masing dapur SPPG. Dengan demikian, diharapkan distribusi anggaran dapat dilakukan dengan lebih efisien dan tepat guna.

Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan BGN dalam melakukan refocusing penerima manfaat MBG, yang akan lebih diprioritaskan kepada kelompok yang memerlukan intervensi gizi secara langsung, seperti ibu hamil dan anak usia dini. Di sisi lain, kelompok yang dianggap tidak lagi menjadi prioritas, seperti siswa SMA di beberapa daerah, mungkin akan dikeluarkan dari daftar penerima manfaat.

“Misalnya untuk SMA ya mungkin tidak perlu diberikan lagi MBG, apalagi yang uang sakunya sudah Rp 100.000 sampai Rp 200.000. Yang high class seperti itu mungkin tidak perlu lagi,” jelasnya.

Audit dan Penghentian Sementara Penyaluran

Selain melakukan penyesuaian pada penerima dan insentif, BGN juga berencana untuk menghentikan sementara penyaluran MBG selama masa libur sekolah. Seluruh dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan diaudit untuk memastikan bahwa kualitas layanan dan tata kelola program dapat ditingkatkan sebelum tahun ajaran baru dimulai.

“Kami akan stop semua, kami akan audit semua dapur sehingga nanti ketika anak-anak sudah masuk sekolah, kondisi di lapangan sudah lebih rapi,” tutup Agustina.

// Artikel Terkait