Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa risiko terjadinya resesi ekonomi di Indonesia diperkirakan berada di bawah 5%. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki ketahanan yang lebih baik dibandingkan dengan Amerika Serikat.
Airlangga menjelaskan bahwa berbagai indikator ekonomi menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia tetap stabil meskipun terdapat tantangan global. Ia menekankan pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi agar tetap positif di tengah kondisi yang tidak menentu.
Dalam konteks ini, pemerintah terus berupaya untuk memperkuat fondasi ekonomi domestik dan meningkatkan daya saing agar Indonesia dapat menghadapi potensi krisis global dengan lebih baik.