JAKARTA, iNews.id - Abraham Samad, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015, memberikan tanggapan setelah ahli digital forensik Rismon Sianipar menuduhnya meminta maaf terkait tuduhan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Abraham menyebut pernyataan Rismon sebagai bohong besar.
"Kemarin itu ada Si Rismon sebut-sebut nama saya katanya minta maaf ya. Saya ingin klarifikasi bahwa apa yang disampaikan Rismon itu tidak berdasar, tidak benar, dan itu bohong besar," ungkap Abraham dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Rismon: Ijazah Jokowi Asli, Roy Cs: Rekayasa' di iNews, Selasa (5/5/2026).
Abraham juga mempertanyakan alasan untuk meminta maaf kepada Rismon. "Apa relevansinya saya meminta maaf kepada dia? Gak ada relevansinya," tegasnya. Ia menambahkan bahwa ia merasa tidak melakukan kesalahan kepada Rismon.