GAZA, iNews.id – Di Gaza, terdapat sekitar 5.000 pasien kanker yang telah terdaftar untuk mendapatkan pengobatan di luar wilayah, tetapi mereka belum diberikan izin untuk meninggalkan tempat tersebut. Dalam situasi ini, pasien harus menunggu di tengah keterbatasan layanan kesehatan yang semakin menurun, sementara penyakit mereka terus berkembang.
Menurut pejabat kesehatan Palestina, total ada sekitar 20.000 pasien yang terdaftar untuk mendapatkan perawatan di luar Gaza. Dari jumlah tersebut, sekitar 5.000 merupakan pasien kanker yang sangat membutuhkan pengobatan. Bagi mereka, penundaan dalam mendapatkan terapi bukanlah hal yang sepele. Waktu menjadi faktor krusial karena penyakit dapat semakin parah jika tidak segera ditangani.
Kisah Khuloud Abu Sahmoud
Contoh nyata dari kondisi ini adalah Khuloud Abu Sahmoud, seorang perempuan Palestina berusia 33 tahun yang sedang berjuang melawan kanker ovarium stadium lanjut. Sejak gencatan senjata pada bulan Oktober, Khuloud telah menunggu kesempatan untuk mendapatkan perawatan di Mesir atau negara lain. Namun, selama periode menunggu tersebut, kondisi kesehatannya justru semakin memburuk.
Dampak Penundaan Pengobatan
Situasi yang dihadapi Khuloud mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh banyak pasien kanker lainnya di Gaza. Dengan keterbatasan akses ke layanan kesehatan yang memadai, mereka terpaksa menunggu dalam ketidakpastian, yang dapat berakibat fatal bagi kesehatan mereka. Penundaan pengobatan ini menjadi ancaman serius, terutama bagi pasien yang membutuhkan terapi segera untuk menghentikan perkembangan penyakit mereka.