Sunday, 17 May 2026
Gaya Hidup

Kondisi Terakhir dr Myta Sebelum Meninggal Dunia Menggugah Hati

Kementerian Kesehatan mengungkapkan kronologi kesehatan dr Myta Aprilia Azmi yang meninggal saat menjalani internship di Jambi, termasuk pesan suara terakhirnya yang menyentuh.

A
Aryani Sarasvati
08 May 2026 9 pembaca
Kondisi Terakhir dr Myta Sebelum Meninggal Dunia Menggugah Hati
Advertisement
inews.id Sumber: inews.id

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memaparkan rincian mengenai kondisi kesehatan dr Myta Aprilia Azmi sebelum meninggal dunia saat menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah voice note terakhir yang dikirimkan almarhumah kepada rekan sesama dokter internship, yang terdengar lirih akibat sesak napas yang dialaminya.

Dalam hasil investigasi yang disampaikan, Kemenkes memutar beberapa voice note yang dikirim dr Myta kepada rekannya ketika kondisinya mulai memburuk. Dalam rekaman tersebut, dr Myta meminta bantuan untuk menggantikan jadwal jaga paginya karena merasa tidak mampu lagi menjalankan tugas. “Asti… aku… aku mau minta tolong. Jadi kalau di jadwal kan Asti ini ya apa libur. Aku mau minta tolong gantiin jadwal aku yang pagi ini. Kalau misalnya kamu bisa, hari ini aja,” ungkap dr Myta dalam voice note tersebut.

Kondisi Kesehatan yang Menurun

Suara dr Myta dalam rekaman tersebut terdengar lemah dan terputus-putus. Kemenkes menjelaskan bahwa pada saat itu, almarhumah sudah mengalami sesak napas setelah beberapa hari sebelumnya mengeluhkan gejala seperti batuk, pilek, dan demam. Menurut Plt Dirjen Inspektorat Kementerian Kesehatan, Rudi Supriatna Nata Saputra, dr Myta mulai merasakan sakit sejak akhir Maret 2026. Meski demikian, ia tetap melanjutkan tugas jaga di IGD meskipun kondisinya belum sepenuhnya pulih.

Tragedi yang Menggugah Perhatian

Kondisi yang dialami dr Myta menggugah perhatian banyak pihak, terutama di kalangan tenaga medis. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan para tenaga kesehatan, terutama di tengah tekanan tugas yang berat. Kemenkes berharap insiden ini dapat menjadi pelajaran untuk meningkatkan perhatian terhadap kesehatan para dokter dan tenaga medis lainnya.

// Artikel Terkait