JAKARTA - Keluarga almarhum Epy Kusnandar kini merasakan duka yang mendalam yang berubah menjadi kemarahan. Istri Epy, Karina Ranau, tidak dapat menahan rasa sakitnya setelah membaca komentar kejam dari seorang netizen yang menghina mendiang suaminya. Komentar tersebut muncul di sebuah video yang diunggah saat perayaan ulang tahun anak mereka.
Alih-alih memberikan doa atau simpati, netizen tersebut justru menuliskan kalimat yang sangat menyakitkan, yang semakin memperdalam luka duka yang dialami keluarga. "Tiba-tiba dikomen gitu sama dia, dan itu sakit banget komennya: ‘Mampus dia sudah mati, mampus dia sudah mati’. Itu gimana sih buat kami gitu yang masih berduka dikomen begitu, dan itu sangat menyakitkan,” ungkap Karina Ranau di Kalibata, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Respons Karina Terhadap Hinaan
Tidak ingin tinggal diam, Karina memberikan ultimatum tegas kepada pemilik akun yang menulis komentar tersebut. Ia memberikan waktu selama 3x24 jam kepada netizen itu untuk meminta maaf secara langsung. Jika tidak ada itikad baik untuk bertemu, Karina menyatakan akan membawa masalah ini ke jalur hukum.
"Saya pengen kasih waktu 3x24 jam. Kalau akun itu tidak berusaha menghubungi saya, tidak mencoba ketemu saya langsung, saya akan teruskan proses hukum ini,” tegasnya dengan nada yang penuh emosi.
Dampak Emosional bagi Keluarga
Kejadian ini menunjukkan betapa komentar negatif di media sosial dapat berdampak besar pada kondisi emosional seseorang yang sedang berduka. Karina berharap agar tindakan ini menjadi pelajaran bagi netizen lainnya untuk lebih berhati-hati dalam berkomentar, terutama terkait isu sensitif seperti kehilangan orang terkasih.